oleh

Diduga Salah Satu Peserta Istighosah & Do’a Bersama Tak Patuhi Prokes

BANYUWANGI | TRANSPUBLIK.co.id – Sebagai bentuk ikhtiar mencegah terjadinya bencana, yang sampai saat ini terus menerus menghantui masyarakat Indonesia khususnya masyarakat kecamatan Kalibaru, panitia masjid besar Ar-Raudlah yang berlokasi di dusun Krajan, desa Kalibaruwetan, kecamatan Kalibaru, kabupaten Banyuwangi Jawa Timur mengelar acara Istighosah pada Senin (5/7/2021) sekira pukul 19.00 Wib malam.

Acara istighosah dengan mengusung tema, “Istighosah dan Do’a Bersama Untuk Kesehatan, Keselamatan Serta Kesejahteraan Bangsa Indonesia” itu dibuka oleh Takmir Masjid Ar-Raudlah dan turut dihadiri oleh Camat Kalibaru, Ormas NU ,MUI Kalibaru, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kalibaru, Anshor, Muslimat, Fatayat. Dan acara Istighosah dan Do’a Bersama tersebut di pimpin langsung oleh KH.Abdul Hadi dan Ustad Dzulqornain.

Baca Juga:  Menjalin Silaturahmi Bersama Satgas TMMD 112 dan Pak Kades Dengan Suasana Kekeluargaan Terlihat

Tapi mengapa? Salah satu pemimpin acara Istighosah dan Do’a bersama tersebut, yakni Ustad Dzulqornain mengabaikan Protokol kesehatan ( Prokes Covid-19). Terpantau masker yang dipakai oleh Ustad itu, tergantung dikuping hanya menutupi dagu dan tidak menutupi hidung dan mulut. Atas ketidakpatuhan salah satu pimpinan Istighosah itu yakni, Ustad Dzulqornain saat ini menuai protes dari beberapa masyarakat Kalibaru, yang saat ini foto tersebut tersebar di tengah-tengah masyarakat kecamatan Kalibaru

Sementara itu salah satu peserta yang namanya tidak mau dipublikasikan oleh Reporter media Trans Publik .co.id Biro Banyuwangi, mengatakan sangat kecewa sekali atas ketidakdisiplinan serta tidak mematuhi Protokol kesehatan ( Prokes Covid-19) yang dilakukan oleh Ustad Zhulqornain.

Baca Juga:  Ngopi Bareng Afrizal Sintong, Annas Maamun Fose Empat Jari

“Kita semua tentu berharap melalui doa-doa yang dipanjatkan oleh seluruh peserta Istighosah terkabul dan semoga dan berbagai ikhtiar baik melalui lahir dan batin. Apapun bencana yang terjadi mudah mudahan dijauhkan. Dan sebaliknya yang membuat kecewa kami dan seluruh peserta Istighosah, atas ketidakpatuhan seorang Ustad saat menjadi imam atau yang memimpin acara Istighosah. Kami sangat kecewa sekali mas, seharusnya Ustad Zhulqornain menjadi contoh yang baik terkait Prokes Covid-19, bukan sebaliknya tidak memberikan contoh yang tidak baik kepada masyarakat Kalibaru, khususnya kepada seluruh paserta Istighosah,” katanya.

Baca Juga:  2 Warga Ditahan Polsek Pujud Polres Rohil Diduga Gunakan Uang Palsu

Informasi yang berhasil dihimpun oleh Reporter Trans Publik .co.id dari beberapa peserta, dalam kesempatan tersebut, Camat Kalibaru memaparkan upaya-upaya yang dilakukan satgas atau gugus tugas Covid-19 Kecamatan Kalibaru dalam menanggulangi penyebaran wabah atau memutus rantai Covid-19 apalagi saat ini ada wabah varian baru yakni varian Delta.

Sampai berita ini diturunkan, petugas Covid-19 Kecamatan Kalibaru maupun yang bersangkutan serta takmir Masjid AR- Raudlah masih belum bisa dihubungi terkait apa yang dilakukan oleh salah satu Ustad tersebut.

(TP/ M. Sholeh) 

Komentar

Berita Terkini