oleh

Audensi dengan Wakil Bupati, IDI Rohil Minta Penambahan Tenaga Dokter

ROKAN HILIR | TRANSPUBLIK.co.id -Ikatan Dokter Indonesia ( IDI ) Kabupaten Rohil yang dipimpin oleh dr. H. Suratmin SpA melakukan audensi dengan Wakil bupati ( Wabup ) Rohil, H. Sulaiman SS. MH, Selasa (6/7/2021) di ruang kerja Wakil Bupati Rohil yang berada di Batu Enam Lantai Empat, Bagansiapiapi.

Dalam pertemuan itu, pihak IDI Rohil mengusulkan untuk penambahan tenaga kesehatan, seperti tenaga dokter. “Ya, permintaan itu kami ajukan secara tertulis dengan alasan masuk di akal,” kata Ketua IDI Rohil, dr. H. Suratmin SpA, usai acara audensi itu.

Baca Juga:  Sekdis DPMPD Tegaskan Tidak Ada Pemotongan Apapun Terkait Penyaluran Dana BLTD Desa Pangkat

Suratmin menjelaskan, bahwa saat ini jumlah dokter di Rohil sekitar 270 orang. “Namun dokter yang menerima gaji dari Pemkab Rohil sebagai PNS dan honor hanya sekitar 168 orang. Sisanya ada buka praktek diluar,” katanya.

Suratmin mengatakan, bahwa pada masa saat penangan Covid-19 yang masih melanda saat ini sangat dibutuhkan 50 sama 60 orang dokter lagi. Apalagi saat ini tugas dokter tidak hanya mengobati saja lagi, namun hal lain dokter juga turun kelapangan.

Baca Juga:  Polres Mandailing Natal Amankan "AN" Pelaku Tindak Pidana Perjudian Jenis Togel

“Ya, yang diperlukan itu dokter umum yang bisa nanti ditugaskan ke tiap puskesmas di Rohil nantinya. Denga demikian pelayanan ke masyarakat nanti bisa lebih maksimal,” paparnya.

Tidak lupa Suratmin juga mengajak seluruh dokter untuk selalu ikut bersinergi dan mendukung program kerja Bupati dan Wakil Bupati Rohil, Afrizal Sintong dan H. Sulaiman SS.MH. “Wajib kita dukung, hingga nanti Rohil lebih aman, lebih baik dan lebih berjaya kedepannya,” ungkapnya.

Baca Juga:  Rapat Kesiapan PON XX Bareng Forkopimda Mimika, Kapolri: Perlu Langkah Extraordinary Cegah Covid-19

Sementara itu, Wakil Bupati Rohil H. Sulaiman SS. MH menyambut baik atas audensi dan maunya IDI bersinergi dengan Pemkab Rohil. Menurut Sulaiman, bahwa rumah sakit itu tidak perlu ramai asalkan puskesmas bergerak semua. “Sebab keberhasilan pelayanan kesehatan itu adalah selesaikan dulu di puskesmas baru ke rumah sakit,”  ujar Sulaiman.

Terkait mengajukan penambahan tenaga kesehatan berupa dokter, Sulaiman mengatakan akan membahas ke BKD. “Insya Allah diusahakan pada tahun 2022 mendatang,” tutup H. Sulaiman. ( Rilis ).

(TP/Budi)

Komentar

Berita Terkini