oleh

Undang Polsek Pemdes Banyuanyar Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba

BANYUWANGI | TRANSPUBLIK.co.id -Pemerintah Desa Banyuanyar, kecamatan Kalibaru hari ini mengadakan sosialisasi bahaya narkoba bagi generasi muda, pada Kamis (23/6/2021) sekira pukul 09.31 WIB.

Sosialisasi mendatangkan jajaran Polsek Kalibaru, yang bertempat di ruangan Madrasah Miftahul Ulum yang berlokasi di RT 02/ RW 02, dusun Coraleduk,  Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur.

Pantauan Reporter Trans Publik, co.id dilokasi, acara sosialisasi berlangsung Gayeng (Tenang) itu dihadiri, Kapolsek Kalibaru, AKP Abdul Jabbar, S.H, Kanit Binmas Polsek Kalibaru, Aipda Hermansyah, Kanit Sabhara Polsek Kalibaru, Aiptu Didik Arfan, Kanit Lantas Polsek Kalibaru Bhabinkamtibmas, Kanit Lantas Polsek Kalibaru, Iptu Ali Arifin, Kepala desa Banyuanyar H. Supardi, Bendahara desa Banyuanyar, Subahrallah, Dinas kesehatan Puskesmas Kalibaru, Dokter Dinda ayu bersama beberapa perawat, beberapa staf desa Banyuanyar, Tokoh Agama, Tokoh pemuda dan tokoh masyarakat serta lainnya.

Kepala Desa (Kades) Banyuanyar, H. Supardi, menyampaikan bahwa sosialisasi bahaya narkoba sengaja dipilih pemerintahannya, karena melihat statistik angka penyalahgunaan narkoba di desa Banyuanyar mulai.

“Dari data yang kita terima, baik dari Polsek Kalibaru, Polresta Banyuwangi, angka penyalahgunaan narkoba, obat-obatan terlarang, seperti pil koplo, Trek, desktro, di Banyuanyar ini sudah cukup memprihatinkan,” ungkapnya.

Selama ini, lanjut H.Supardi, belum pernah ada penyuluhan bahaya narkoba di desa Banyuanyar yang melibatkan beberapa instansi terkait, pihak desa bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas  yang terus menerus melakukan himbauan-himbauan kepada pemuda-pemuda di desa Banyuanyar.

“Selama ini belum pernah ada sosialisasi seperti ini. Yang selama ini kita lakukan, orang tua atau pemakai, kita panggil ke desa, kadang ke rumah saya sendiri untuk dilakukan pembinaan dan peringatan, sebatas itu. Kalau sosialisasi seperti hari ini, belum pernah,” katanya.

Baca Juga:  Kapolres Batu Bara Bersama Bupati, Pembukaan Dapur Umum Bagi Masyarakat Batu Bara Dampak Pandemi Covid-19

Ketika dibuka sesi tanya jawab, para peserta penyuluhan cukup aktif bertanya dan berdiskusi dengan narasumber. Hal ini pun dibenarkan oleh H.Supardi. Penyuluhan hari ini, sambungnya, sedikit banyak memberi wawasan baru bagi warga Banyuanyar, khususnya para pemuda dalam memerangi bahaya narkoba.

“Biasanya disini, pemakai yang tertangkap mengkunsumsi pil koplo, minum-minuman keras, posisi orang tuanya tidak tahu kalau anaknya pemakai. Makanya sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi kita. Dalam waktu dekat ini masyarakat kita semakin ada gambaran tentang pemberantasan narkoba,” terangnya.

Sementara itu, saat ditemui Reporter Trans Publik,co.id, Kapolsek Kalibaru, AKP Abdul Jabbar, S.H  mengatakan pihaknya ingin mengubah mindset masyarakat Banyuanyar, khususnya untuk seluruh pemuda dan pemudi.

Yang awalnya tidak peduli menjadi lebih peduli dan mengerti bahayanya penyalahgunaan narkoba dan pil koplo, serta minuman yang beralkohol. Ia menegaskan, bila masyarakat kompak tidak membeli narkoba, maka penjual pun juga enggan masuk desa Banyuanyar, khususnya masuk wilayah kecamatan Kalibaru.

“Kalau ada orang luar masuk sini (Banyuanyar), orang sini cuek. Mindset itu yang harus diubah. Jangan cuek, dan jangan beli. Kalau narkoba atau jenis pil koplo tidak dibeli, yang jual juga enggak ada yang masuk. Saya jamin itu,” tegasnya.

Untuk mendukung upaya perubahan itu, ia mengusulkan dibentuknya kelompok-kelompok dalam masyarakat. Kelompok-kelompok itu lah yang kelak menjadi motor penggeraknya dan diberi bekal pengetahuan terkait bahayanya penyalahgunaan narkoba.

“Misal dari kalangan putus sekolah, ya kita buatkan kelompok putus sekolah. Ini agar masyarakat terkoordinasi dalam mengurangi peredaran narkoba,” tuturnya.

Ia yakin, dengan semangat dan antusias masyarakat desa Banyuanyar, peredaran narkoba di wilyah desa Banyuanyar itu bisa teredukasi secara masif.

“Memang berat awalnya. Tapi bila ada kemauan, pasti bisa. Modal awalnya sudah bagus. Lebih dari separuh warga Banyuanyar antusias dan mendukung pemberantasan penyalahgunaan narkoba,” pungkasnya.

Baca Juga:  Berjibaku Memadamkan Api, Sampai Mobil Pemadam Kebakaran Polres Rohil Terperosok ke Parit Bekoan

Sementara itu, seusai acara Kepala desa Banyuanyar, H. Supardi Lukman menambahkan, bahaya Narkoba perlu pencegahan sejak dini, karena menurutnya pengguna narkoba atau pengguna pil koplo jenis trek dan desktro sebagian besar adalah usia produktif, maka itulah perlunya sosilisasi sejak dini terhadap generasi muda baik secara formal maupun informal.

“Tujuan kami menggelar sosialisasi bahaya narkoba ini tidak lain, untuk memberikan pengetahuan, tentang bahaya narkoba, serta upaya-upaya pencegahan berkembangnya pengguna narkoba di tengah masyarakat,” ujar H. Supardi.

Dia mengajak seluruh lapisan masyarakat Desa Banyuanyar agar bersama-sama meningkatkan kepedulian untuk mencegah dan mengantisipasi hal-hal seperti ini terjadi di lingkungan desa Banyuanyar dan sekitarnya.“Kita tidak boleh toleransi terhadap hal ini,”tegas dia.

Disesi pertama acara, terpantau, Bendahara desa Banyuanyar, Subahrallah saat membuka acara tersebut mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak terkait, dan para peserta yang telah sudi hadir memenuhi undangan kegiatan berharga ini, dengan harapan para peserta dapat mengerti dan memahami tentang apa itu narkoba secara jelas sehingga tidak terjadi penyalahgunaan narkoba.

Selanjutnya Subahrallah menambahkan bahwa menyikapi permasalahan Indonesia Darurat Narkoba, warga masyarakat diharapkan waspada akan ancaman narkoba khususnya pada generasi muda, “Sehingga para orang tua dituntut peka dengan segala kemungkinan dari pengaruh jahat narkoba,” ungkap dia.

Dia berharap peserta yang hadir saat ini dapat memiliki sikap positif akan bahaya narkoba, serta terampil mampu menolak baik menyalahgunakan maupun mengedarkan, mengingat ancaman pidana bagi pelaku kejahatan narkoba sangatlah keras, namun bagi mereka para penyalahguna atau pecandu narkoba berlaku humanis.

Kanit Binmas Poksek Kalibaru, Aipda Hermasyah, S.H dalam pemaparannya menyebut bahwa Resiko Penyalahgunaan Narkoba
yang bisa berdampak kepada terganggunya susunan saraf pusat. Dan apabila disalahgunakan akan berakibat munculnya penyakit yang membahayakan seperti HIV / AIDS, bahkan sampai kematian karena over dosis.

Baca Juga:  Tim Opsnal Jatantras Sat Res Polres Simalungun Ringkus Terduga Pelaku Curanmor

Pada kesempatan tersebut, Aipda Hermansyah, saat memberikan penjelasan terhadap para peserta sosialisasi yang didominasi para pemuda ini memaparkan tentang jenis zat-zat adiktif, karakteristik pengguna, bahaya penggunaan, serta peran keluarga dan masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi hal ini.”Narkoba jika digunakan berulang-ulang akan mempengaruhi kondisi kejiwaan,” ungkap Hermansyah, S H dalam penyampaiannya.

Dia menegaskan bahwa apapun permasalahan yang kita miliki, kita harus menyikapi dengan memperbanyak mendekatkan diri kepada agama sehingga kita tidak terjerumus kepada bahaya narkoba dan perilaku tidak baik lainnya.,”Jangan malu dan gengsi menolak ajakan teman-teman untuk menggunakan narkoba,” tutur dia.

Kata dia, sejalan dengan amanat Undang-undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika bahwa pecandu atau penyalahguna narkotika wajib menjalani rehabilitasi. Dan juga bisa diancam dengan Pasal 114 ayat (1 ) subs. pasal 112 ayat(1 ) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika. Serta untuk para penyalahguna pil koplo jenis trek dan desktro, bisa dijerat dengan pasal 62 UU No 5/1997 tentang Psikotropika dengan ancaman pidana lima tahun penjara dan denda Rp100 juta serta pasa 196 UU 36/2020 tentang Kesehatan.

Untuk itu dia berpesan kepada remaja yang hadir khususnya jangan sekali-kali mencoba narkoba karena sekali mencoba akan ketagihan.

“Semua pihak berkomitmen untuk melindungi generasi bangsa terbebas dari bahaya narkoba, mulai dari lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan dan lingkungan masyarakat. Sehingga dapat terciptanya satu kondisi lingkungan yang bersih narkoba. Pungkas dia.

(TP/M. Sholeh)

Komentar

Berita Terkini