oleh

Peralihan Pengelolahan Blok Rokan, Ditargetkan Bisa Tingkatan PAD dan Ciptakan Lapangan Kerja

BAGANSIAPIAPI | TRANSPUBLIK.co.id – Bupati Rokan Hilir (Rohil) Afrizal Sintong yakin seiring dengan peralihan pengelolaan Blok Rokan dari Chevron kepada Pertamina akan menimbulkan dampak yang luar biasan, khususnya bagi daerah Rohil.

Peralihan itu akan mengakibatkan bertambahnya pendapatan bagi daerah karena adanya Dana Bagi Hasil (DBH) migas maupun karena pengaruh Participating Interest (PI) ataupun adanya keikutsertaan badan usaha termasuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Ada perusahaan yang berkantor di Jakarta mampu mengaji karyawannya dengan baik, padahal hanya konsorsium saja. Makanya nanti Rohil kalau kita tak punya dana untuk pengelolaan maka bisa konsorsium dan nantinya perusahaan yang kelola. Hal itu saja sudah sangat memberikan dampak luar biasa bagi daerah apalagi kalau daerah siap untuk turut mengelola,” kata Bupati Rohil Afrizal Sintong, pada Kamis (17/6/2021) disela memberikan kata sambutan pada acara Coffe Morning bersama para wartawan di Selasar Lantai V Hotel Lion Bagansiapiapi.

Baca Juga:  Kapolres Simalungun Bentuk Timsus Ungkap Temuan Mayat di Komplek Cendana PT. Bridgestone

Yang terpenting ke depan tambahnya, pemerintah daerah harus berperan aktif untuk terlibat, jangan sampai ada peluang di depan mata justeru tidak dimanfaatkan dengan baik. Dari pengkajian yang telah dilakukan terangnya untuk satu sumur bor, diperlukan tenaga kerja sekitar 10 orang.

Baca Juga:  Bupati Rohil Hadiri Kegiatan Bakti Sosial Stunting dan Posyandu di Tanah Putih

Sementara di Rohil ditaksir ada 400 sumur mati yang masih bisa dimanfaatkan, sehingga jika dikalkulasika saja dari pengelolaan sumur tersebut diperlukan 4000 orang.

“Sehingga terbuka lapangan pekerjaan secara luar biasa, hal ini harus dikaji bersama, bagaimana baiknya. Daripada melobi perusahan dalam hal memasukkan tenaga kerja, lebih baik kita berperan langsung untuk ikut dalam pengelolaan,” katanya.

Baca Juga:  PPKM Level 4 Di Madina "Kabupaten Mandailing Natal Wajib Swab Antigen"

Lebih jauh Afrizal menilai bahwa biaya operasional yang terlalu besar bagi pihak pengelolaan berimbas tak baik bagi daerah karena mengakibatkan DBH yang diperoleh Rohil menjadi kecil, maka hal seperti itu harus dapat dikurangi nantinya.

“Ini menjadi perhatian utama kita semua, sehingga pendapatan bagi daerah terus bertambah dan kesejahteraan masyarakat meningkat nantinya,” ungkap Afrizal Sintong. (Rilis)

(TP/Budi)

Komentar

Berita Terkini