oleh

Deru Tandem Roller Terus Berpacu Padatkan Jalan TMMD Kodim 0204/DS

TEBING TINGGI |TRANSPUBLIK.co.id – Saban hari, deru alat berat Tandem Roller kerap memecah keheningan di lokasi pembukaan badan jalan TMMD ke-111 TA 2021 Kodim 0204/DS di Dusun VIII Pagar Gunung, Desa Mabar, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deliserdang.

Tak jauh dari alat berat ini, beberapa personel Satgas terlihat sedang mengakut batu kerikil dengan plengki untuk ditabur di atas badan jalan sepanjang 3.839 meter lebar 4 meter yang telah dibuka.

Baca Juga:  Dit Res Narkoba Poldasu Amankan Dua Orang Tersangka dan Sita 9 Kg Sabu

“Ini lagi melakukan pemadatan dengan sirtu, sehingg jalan ini tahan dilalui kendaraan roda empat yang mengangkut hasil bumi untuk dipasarkan di sentra penjualan di kecamatan,” ucap seorang personel Satgas di lokasi, Sabtu (19/6/2021).

Dari tempat terpisah, Pasiter Kodim 0204/DS, Kapten Inf Sudirno menjelaskan, pemadatan jalan dengan sirtu ini agar distribusi orang dan barang dari Dusun VIII Pagar Gunung, Desa Mabar menuju Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deliserdang semakin lancar.

“Proses pemadatan badan jalan dengan sirtu perlu dipercepat, karena efeknya signifikan untuk mendongkrak perekonomian warga setempat,” kata Kapten Sudirno.

Baca Juga:  Sadis! Wanita di Pematangsiantar Tewas Ditusuk Penjual Sapu Keliling

Di lokasi, proses pekerjaan pembukaan dan pembentukan badan jalan sepanjang 3.839 meter dengan lebar 4 meter itu telah selesai 100 persen.

Untuk pekerjaan pemadatan badan jalan, sudah mencapai 90 persen atau sekitar 3.455 meter. Sedangkan pekerjaan pemadatan dengan sirtu baru mencapai 5,10 persen atau sekitar 195,7 meter.

Baca Juga:  Tutup Pembekalan, Kapendam XII/Tpr: Insan Penerangan Harus Bisa Kelola dan Sajikan Berita

Pekerjaan pemadatan jalan dengan sirtu inilah yang diakui Kapten Sudirno terus dikebut setiap harinya, sehingga persentase terus meningkat.

“Setidaknya sebelum kegiatan TMMD ini ditutup pada pertengahan Juli 2021, pekerjaan pemadatan badan jalan dengan sirtu ini sudah harus rampung, sehingga bisa dilewati warga dengan kendaraan roda empat untuk mengangkut hasil kebunnya ke sentra penjualan di kecamatan,” pungkas Kapten Sudirno.

(TP/AH)

Komentar