Selain Kebiasaan Merokok, Kebiasaan Sederhana Ini Ternyata Beresiko Serupa

MEDAN – Sudah menjadi rahasia umum bahwa kebiasaan merokok sangat tidak baik untuk kesehatan tubuh. Bahkan, pada peringatan di bungkusnya, sudah menjelaskan bahwa merokok bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan. Apalagi, masalah-masalah kesehatan akibat merokok tersebut bisa berujung pada kematian.

Tak hanya merokok, ada banyak gaya hidup yang bisa menjadi “pembunuh senyap” atau meningkatkan risiko kematian tanpa disadari. Dirangkum dari Science Alert,

ada empat kebiasaan sederhana yang justru bisa berisiko kematian selain kebiasaan merokok, berikut ulasannya:

1. Kesepian

Tak bisa dipungkiri saat ini kita hidup di era media sosial dan teknologi. Tapi, kedua hal ini seperti pedang bermata dua. Selain membuat orang yang jauh terasa lebih dekat, media sosial sering kali justru menjauhkan orang yang dekat. Memudarnya kontak langsung ini, menurut ahli bedah umum Vivek Murthy, membuat banyak orang kesepian. Kabar buruknya, kesepian bahkan bisa mematikan. Hal ini dibuktikan dari penelitian Julianne Holt-Lunstad, profesor psikologi Brigham Young University. Dia menemukan bahwa kesepian mengurangi rentang kehidupan setara dengan merokok 15 batang rokok sehari.

Baca Juga:  RSU Pirngadi Bakal jadi Rujukan Penyakit Stroke

2. Duduk

Siapa sangka kegiatan sederhana seperti duduk juga bisa meningkatkan risiko kematian seseorang. Tentu kegiatan yang dimaksud adalah duduk seharian.

Maksudnya adalah orang yang punya kebiasaan duduk seharian atau terlalu lama memiliki gaya hidup kurang gerak. Dalam sebuah penelitian tahun 2014, duduk sepanjang hari meningkatkan risiko untuk beberapa penyakit kanker. Para peneliti melakukan meta-analisis data dari empat juta orang. Data yang diambil di antaranya seberapa sering peserta duduk untuk menonton TV, bekerja, dan pulang-pergi. Hasilnya, setiap dua jam peningkatan waktu duduk meningkatkan risiko orang untuk terkena kanker usus besar, endometrium, dan paru-paru, terlepas dari apakah mereka masih berolahraga di siang hari.

Baca Juga: Toyota Corolla Cross Siap Meramaikan Pasar Indonesia

3. Begadang

Baca Juga:  Warga Batubara Alami Pembengkakan dan Meninggal Diduga Usai Divaksin Covid, Diboyong ke RS Adam Malik

Selain duduk, masalah tidur juga bisa meningkatkan risiko kematian seseorang. Gangguan tidur seperti insomnia sering kali membuat orang begadang atau terus terjaga sepanjang malam. Padahal, menurut Profesor Valery Gafarov dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mencatat pada tahun 2015 bahwa tidur yang tidak cukup meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung ke derajat yang sama seperti penggunaan rokok biasa. “Tidur yang buruk harus dianggap sebagai faktor risiko yang dapat dimodifikasi untuk penyakit kardiovaskular bersama dengan merokok, kurang olahraga, dan pola makan yang buruk,” katanya.

Baca Juga:  MA Tolak Permohonan Kasasi Atas Putusan KPPU Terkait Tender Di RSUD Embung Fatimah Batam

4. Pola makan yang buruk

Pola makan dan jenis makanan sudah sejak lama dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian. Pada 2016, sekelompok peneliti mempelajari risiko kematian dari pola makan yang buruk. Hasilnya, mereka menyimpulkan bahwa tingkat kematian akibat pola makan yang buruk melebihi tingkat kematian akibat alkohol, obat-obatan, hubungan seks tanpa kondom, dan kombinasi tembakau. Itu karena pola makan buruk bisa menyebabkan sejumlah penyakit fatal.

Sumber: kompas.com

(Ju)

Komentar